Minggu, 08 September 2013

Bersamamu Aku Tegar

                                                               Bersamamu Aku Tegar


Ku sadar..disini arti ketulusan yang sesungguhnya
Yang tak kudapati...di tempat lain!
Ku mengerti..makna kebersamaan yang sebenarnya
Hanya denganmu..bukan yang lain!

Disini juga, tak pernah ada kebohongan, seperti tempat lain
Semua berjalan jujur, tanpa pura-pura
Ini bukan basa-basi...seperti kata politisi
Sahabatku.....arti kejujuran yang nyata

Tawa dan canda terdengar lepas di semua bahagiaku
Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Kurasakan beban itu, bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih

Sahabatku, Tuhan telah mengirim malaikat
Yang bersemayam di jiwamu
Kini kutau mengapa? Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku

Engkau adalah pilihan dari kehendak-Nya
Sahabatku, waktu terus berjalan..itu artinya
Harus melangkah terus kedepan
Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian

Beratnya hidup, harus diperjuangkan
Sahabatku, bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Tak goyah, meski di hadang badai

Sahabat..! yakinlah
Bersama, kita akan tegak berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI PHANEROGAMAE" Caryophylliidae & Dilleniidae"

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI PHANEROGAMAE
Caryophylliidae & Dilleniidae



 


Nama             : Nurlaeli Fitri Awaliyah
NIM               : 1410160026
Kelas/Smt      : Biologi – A/ IV (Empat)
Kelompok      : 1(Satu)
Asisten           : 1. Eva Purnamasari
                         2. Zaenal M


LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2012


Caryophylliidae & Dilleniidae
I.          Tujuan
·         Mahasiswa mampu untuk mengamati dan memahami ciri-ciri divisi Magnoliophyta kelas Magnoliopsida (Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae)
·         Mahasiswa mampu mengklasifikasikan specimen berdasarkan karakteristiknya
II.          Landasan Teori
      Magnoliophyta Merupakan Tumbuhan berbunga atau Anthophyta (tumbuhan bunga) adalah kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan. Tumbuhan berbunga dibedakan dari kelompok lain berdasarkan apomorfi (ciri-ciri terwariskan) yang khas dikembangkan oleh kelompok ini. Pada divisi      Magnoliophyta mempunyai superdivisi Spermatophyta.  Tumbuhan biji (Spermatophyta) merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang berupa biji. Tumbuhan biji ini juga merupakan tumbuhan kormus sejati, dimana tubuhnya sudah jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar, batang, dan daun. Selain itu tubuh tumbuhan biji juga memiliki bagian-bagian lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok tersebut ditambah dengan berbagai macam organ tambahan. Spermatophyta disebut juga dengan tumbuhan bunga (Anthophyta), Phanerogamae, dan Embryophyta siphonogamae. Ciri khas lain untuk golongan tumbuhan biji ialah bahwa embrionya bersifat bipolar atau dwipolar, dimana tidak hanya kutub batang yang tumbuh dan berkembang membentuk batang, cabang-cabang dan daun, tetapi kutub akarnya pun tumbuh dan berkembang membentuk sistem perakarannya (Tjitrosoepomo, 2002).
Pada Divisi Magnoliophyta mempunyai 2 Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae
1.      Subkelas Caryophyllidae merupakan dikotiledone dengan polen trinukleatus dan jarang binukleatus. Ovulum bitegmik dengan plasenta sentralis atau basalis. Subkelas Caryophyllidae terdiri atas 3 ordo, 14 familia, dan kurang lebih 11.000 spesies dan hampir 90% adalah anggota ordo Caryophyllales. Dua ordo lainnya adalah Polygonales dan Plumbaginales (Conqruist, 1981 : 231). Ordo Caryophyllales terdiri atas 12 familia, yaitu : Phytolacaceae, Nyctaginaceae, Achatocarpaceae, Didieraceae, Aizoaceae, Cactaceae, Chenopodiaceae, Amaranthaceae, Portulacaceae, Basellaceae, Molluginaceae, dan Caryophyllaceae (Tjitrosoepomo, 2002).
2.      Subkelas Dilleniidae. Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species. Adapun famili yang dibahas ada 7 famili yaitu:   Dilleniaceae, Theaceae,  Malvaceae, Passifloraceae, Caricaceae, Cucurbitaceae,Brassicaceae (Tjitrosoepomo, 2002).
III.            Alat dan Bahan
1.      Lup
2.      Amaranthus hybridus (bayam)
3.      Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu)
4.      Begonia sp
5.      Bougainvillea glabra  (kembang kertas),
6.      Carica papaya (Pepaya)
7.      Opuntia cocheniuifera (kaktus)
IV.          Prosedur kerja
1.      Spesies diambil dari tumbuhan kemudian di amati secara bergantian untuk setiap karakteristik.
2.      Pada setiap spesies diamati  habitusnya dan percabangan batang dan bentuk tajuk
3.      Pada setiap sepies diamati bentuk bunga
4.      Spesies yang di amati masing-masing di klasifikasikan, di gambar morfologinya dan bagian-bagiannya

V.            Pembahasan
Berdasarkan pengamatan kali ini yaitu tentang sub kelas Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae yaitu dari filum Magnoliophyta. Spesies yang kita amati yaitu : Amaranthus hybridus (bayam), Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu), Bougainvillea glabra  (kembang kertas), Carica papaya (Pepaya), Opuntia cocheniuifera  (kaktus), (Begonia). Subclassis Caryophyllidae Habitus umum subclassis ini beragam (pohon – herba). Stamennya tersusun sentrifugal. Subclassis ini memiliki 3 ordo, 14 famili, dan 14.000 species dan Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species
Berikut pengulasan lebih lanjut tentang  Spesies yang diamati yang termasuk dalam Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae.
1.      Pepaya (Carica papaya)
Klasifikasi Carica papaya (Anonim: 2005)
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
 Kelas              : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Dilleniidae
Ordo                : Violales
 Famili             :
Caricaceae
 Genus             :
Carica
Spesies            : Carica papaya
Pepaya (Carica papaya), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan papaya mempunyai habitus herbaseus karena batangnya tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan berumur panjang, bentuk batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni percabangan dengan kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada  pada struktur aksiler yang khusus (Tjitrosoepomo, 2002).
Daun pada papaya tunggal (folium simplex). Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1 helaian daun), Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah, letak daunnya tersebar hestatus dengan pertulangan menjari, mempunyai bangun bulat karena ujung tepi daun dihubungkan satu samalain dengan suatu garis, tepi daun laseratus dengan tepi toreh-torehan tidak beraturan, ujung daun meruncing an pangkal daun peltatus di bawah tangkai (Tjitrosoepomo, 2002).
Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk. Pepaya termasuk tanaman monodioecious (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis" Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing (Tjitrosoepomo, 2002).
Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Adapun manfaat pepaya : dengan daging buah yang tebal papaya biasanya di makan ubtuk melancarkan Buang air besar (Tjitrosoepomo, 2002).

2.      Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi Hibiscus rosa-sinensis (Anonim:2005)
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
 Kelas              : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Dilleniidae
Ordo                :
Malvales
 Famili             :
Malvaceae
 Genus             :
Hibiscus
Spesies            :
Hibiscus rosa-sinensis
         Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan pohon bunga sepatu berhabitus perdu yakni tumbuhan berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang utama tetapi mempunyai bebrapa batang yang berasal dari percabangan yang dekat ketanah, bentuk batangnya bulat mempunyai percabangan simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, setelah berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di lakukan oleh kuncup aksiler (Tjitrosoepomo, 2002).
         Daunnya majemuk interupte piñatas yakni terdapat anak-anak daun yang kecil berselang dengan daun yang besar sepanjang rakis, letak daunnya tersebar yakni pada masing masing nodus tersusun dalam satu spiral. Bentuk daunnya biseratus dengan tepi daun lancip, pangkalnya rotundatus. Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga berbentuk trompet. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) merupakan tumbuhan berumah satu (monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo, 2002).
Adapun manfaat dari tanaman bunga sepatu yaitu: Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh
3.      Kaktus (Opuntia cocheniuifera)
Klasifikasi Opuntia cocheniuifera (Anonim:2005)
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Magnoliophyta
 Kelas        : Magnoliopsida
Sub Kelas  :
Caryophylliidae
Ordo          : Caryophyllales
 Famili       : Cactaceae
 Genus       : Opuntia
Spesies      : Opuntia cocheniuifera
            Kaktus (Opuntia cocheniuifera) adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnyaBerdasarkan pengamatn yang telah kami lakukan kaktus berhabitus Herba karena batangnya tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan berumur panjang, bentuk batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni percabangan dengan kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada  pada struktur aksiler yang khusus (Tjitrosoepomo, 2002).
Daun pada kaktus tunggal (folium simplex). Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1 helaian daun), letak daun tersebar dan bentuknya berduri. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga. Termasuk tanaman berumah satu (monocieous) yang artinya alat kelaminnya satu dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo, 2002).
Adapun manfaatnya: Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya. Buah Opuntia banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan (Press Soemarwoto, O. 1991.)

4.      Bayam (Amaranthus hybridus)
Klasifikasi Amaranthus hybridus
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Magnoliophyta
 Kelas        : Magnoliopsida
Sub Kelas  :
Caryophylliidae
Ordo          : Caryophyllales
 Famili       : Amaranthaceae
 Genus       :  Amaranthus
Spesies      :
Amaranthus hybridus
         Bayam (Amaranthus hybridus)  merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan bayam mempunyai habitus herba batangnya tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan berumur panjang, bentuk batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni percabangan dengan kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada  pada struktur aksiler yang khusus. (Undang.1994)
Daunnya majemuk. Batang utama tegak dengan bebrapa cabang lateral membentu semak dalam pertumbuhannya. Daun majemuk adalah terdiri dari dua atau lebih helai daun, mempunyai anak daun pada satu bidang, letak daun tersebar, bentuk daun bulat telyr dengan pertulangan menyirip, tepi daun rata, ujung daun akutus dengan pangkal daun obtutus. Perbungaan majemuk dengan jenis kelamin biseksual. Calixnya bersatu dengan stamen bagian dasar bersatu dan pistilumnya berada di dinding ovariumnya terpisah denagn tipe ovarium superum. Alat kelamin bunga dioseus. Termasuk tanaman berumah satu (monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo, 2002).
Adapun manfaat dari bayam: Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia. Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat
5.      Bunga kertas (Bougainvillea glabra)
Klasifikasi Bougainvillea (Anonim:2005)
Divisi         : Magnoliophyta
 Kelas        : Magnoliopsida
Sub Kelas  :
Caryophylliidae
Ordo          : Caryophyllales
 Famili       : Nyctaginaceae
 Genus       : Bougainvillea
Spesies      : Bougainvillea glabra
Kembang kertas (Bougainvillea glabra) atau populer juga dengan nama bugenvil  merupakan tanaman hias popular. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, Bougainvillea glabra mempunyai habitus pohon kecil yakni tumbuhan berkayu yang tidak tinggi, mempunyai percabangan  simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, setelah berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di lakukan oleh kuncup aksiler dengan bentuk batang yang bulat. Batang memiliki duri berbentuk kait sehingga memudahkan memenjat (Tjitrosoepomo, 2002).
Daun kembang kertas tunggal (folium simplex). Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1 helaian daun), dudk daunnya tersebar dengan bentuk bulat telur, pertulangan daun menyirip, tepi daun rata dengan ujung daun akuminatus. Termasuk Bunga majemuk dengan karangan bunga rasemosa yakni bunga mekar berurutan dari bawah keatas atau dari luar kedalam, karangan bunga sering berambut halus berwarna jingga. Bunga memiliki kelopak bunga berwarna putih, berbentuk tabung kecil, serta helai kelopak berjumlah 5 dikelilingi oleh mahkota bunga sebanyak 3 lembar dengan warna beragam. Mahkota bunga menyerupai kertas dan bersifat tahan lama (everlasting) (Tjitrosoepomo, 2002).
Bougainvillea ini memiliki daun penumpu yang menarik, yaitu warna merah lembayung, jingga, merah tua atau putih. Jenis kelamin biseksual. Calyx atau koralnya perigenium dengan stamen pada bagian dasar menyatu serta memilki pistilum stigma bersatu. Kelamin tumbuhannya berupa  dieseous yaitu benang sari dan putiknya berbeda pohon. Pelekat karpelnya  sinkrap dan memilki tipe jenis buah basalis. Adapun manfaat dari bunga kertas (Bougainvillea glabra) sebagai tanaman hias (Tjitrosoepomo, 2002).





6.      Begonia
Klasifikasi Begonia glabra (Anonim:2005)
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Magnoliophyta
 Kelas        : Magnoliopsida
Sub Kelas  :
Caryophylliidae
Ordo          : Begoniales
Famili        : Begoniaceae
Genus        : Begonia
Spesies      :  Begonia glabra
Begonia adalah salah satu kelompok tanaman hias yang memiliki jenis yang sangat beraneka ragam. Berdasar pengamatan yang telah kami lakukan begonia berhabitus perdu yakni tumbuhan berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang utama tetapi mempunyai bebrapa batang yang berasal dari percabangan yang dekat ketanah, bentuk batangnya bulat mempunyai percabangan simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, setelah berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di lakukan oleh kuncup aksiler. (Tjitrosoepomo, 2002).
Batangnya sekuler yang menjalar di dalam tanah atau sebagian diatas tanah. Daunnya tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1 helaian daun, letak daun berhadapan dengan bentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi daun merata, ujung daun runcing dan pangkal daun membulat. Tanaman ini juga mampu menghasilkan biji walaupun biasanya antara benang sari dan ovum tidak matang secara bersama dan bunganya mudah rontok sehingga jarang menghasilkan biji. Termasuk tanaman berumah satu (monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan. Adapun manfaat Begonia yaitu sebagai tanaman Hias (Tjitrosoepomo, 2002).


KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan:
1.      Subkelas Caryophyllidae merupakan dikotiledone dengan polen trinukleatus dan jarang binukleatus. Spesies yang termasuk dalam sub kelas ini yaitu : Begonia glabra, Bougainvillea glabra, Amaranthus hybridus, Opuntia cocheniuifera
2.      Subkelas Dilleniidae. Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species. Spesies yang termasuk dalam sub kelas ini yaitu: Carica papaya, Hibiscus rosa-sinensis
3.      Carica papaya mempunyai ciri khusus yaitu mempunyai alat kelamin tiga: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit) dan Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing.
4.      Hibiscus rosa-sinensis mempunyai ciri khusus yaitu pada Bunga karena Bunga berbentuk trompet
5.      Opuntia cocheniuifera mempunyai ciri khusus pohonya berduri dan itu termasuk daun.
6.      Begonia glabra memiliki cirri khusus daunnya menyerupai bentuk hati, oval dan bintang. Teksturnya ada yang halus, mengkilap, keriting maupun bergelombang.Warna dan corak daunnya sangat beragam
7.      Bougainvillea glabra mempunyai ciri khusus bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas
8.      Persamaan dari subkelas Caryophylliidae & Dilleniidae Pola percabangan yang simpodial, Jenis daunnya tunggal, Kelamin tumbuhan monoceous, Perlekatan karpelnya syncarp






DAFTAR PUSTAKA
Campbell.dkk.2002.Biologi jilid 2.Jakarta: Erlangga
Dransfield,J.1991. The Genus Areca(Palmae:Arecoidae) In Borneo. Kew Bull.
Muspiroh Novianti,dkk. Panduan praktikum taksonomi phanerogamae.pusat laboraturium IAIN Syekh Nurjati
Polunin, N. 1993. Pengantar Geografi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Soemarwoto, O. 1991. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan
Tjitrosoepomo Gembong.1985.morfologi tumbuhan.universitas gajah mada : yogyakarta