Bersamamu Aku Tegar
Ku sadar..disini arti ketulusan yang sesungguhnya
Yang tak kudapati...di tempat lain!
Ku mengerti..makna kebersamaan yang sebenarnya
Hanya denganmu..bukan yang lain!
Disini juga, tak pernah ada kebohongan, seperti tempat lain
Semua berjalan jujur, tanpa pura-pura
Ini bukan basa-basi...seperti kata politisi
Sahabatku.....arti kejujuran yang nyata
Tawa dan canda terdengar lepas di semua bahagiaku
Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Kurasakan beban itu, bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih
Sahabatku, Tuhan telah mengirim malaikat
Yang bersemayam di jiwamu
Kini kutau mengapa? Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku
Engkau adalah pilihan dari kehendak-Nya
Sahabatku, waktu terus berjalan..itu artinya
Harus melangkah terus kedepan
Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian
Beratnya hidup, harus diperjuangkan
Sahabatku, bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Tak goyah, meski di hadang badai
Sahabat..! yakinlah
Bersama, kita akan tegak berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita
Minggu, 08 September 2013
LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI PHANEROGAMAE" Caryophylliidae & Dilleniidae"
LAPORAN
PRAKTIKUM TAKSONOMI PHANEROGAMAE
Caryophylliidae
& Dilleniidae
Nama : Nurlaeli Fitri Awaliyah
NIM : 1410160026
Kelas/Smt : Biologi – A/ IV (Empat)
Kelompok :
1(Satu)
Asisten : 1. Eva Purnamasari
2. Zaenal M
LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2012
Caryophylliidae
& Dilleniidae
I.
Tujuan
·
Mahasiswa
mampu untuk mengamati dan memahami ciri-ciri divisi Magnoliophyta kelas
Magnoliopsida (Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae)
·
Mahasiswa
mampu mengklasifikasikan specimen berdasarkan karakteristiknya
II.
Landasan Teori
Magnoliophyta Merupakan Tumbuhan berbunga atau Anthophyta (tumbuhan bunga) adalah kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan.
Tumbuhan
berbunga dibedakan dari kelompok lain berdasarkan apomorfi (ciri-ciri terwariskan) yang khas
dikembangkan oleh kelompok ini. Pada divisi Magnoliophyta mempunyai
superdivisi Spermatophyta. Tumbuhan biji
(Spermatophyta) merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan
filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang
berupa biji. Tumbuhan biji ini juga merupakan tumbuhan kormus sejati, dimana
tubuhnya sudah jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar,
batang, dan daun. Selain itu tubuh tumbuhan biji juga memiliki bagian-bagian
lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok tersebut ditambah dengan
berbagai macam organ tambahan. Spermatophyta disebut juga dengan tumbuhan bunga
(Anthophyta), Phanerogamae, dan Embryophyta siphonogamae. Ciri khas lain untuk
golongan tumbuhan biji ialah bahwa embrionya bersifat bipolar atau dwipolar,
dimana tidak hanya kutub batang yang tumbuh dan berkembang membentuk batang,
cabang-cabang dan daun, tetapi kutub akarnya pun tumbuh dan berkembang
membentuk sistem perakarannya (Tjitrosoepomo, 2002).
Pada Divisi Magnoliophyta
mempunyai 2 Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae
1. Subkelas
Caryophyllidae merupakan dikotiledone dengan polen trinukleatus dan jarang
binukleatus. Ovulum bitegmik dengan plasenta sentralis atau basalis. Subkelas
Caryophyllidae terdiri atas 3 ordo, 14 familia, dan kurang lebih 11.000 spesies
dan hampir 90% adalah anggota ordo Caryophyllales. Dua ordo lainnya adalah
Polygonales dan Plumbaginales (Conqruist, 1981 : 231). Ordo Caryophyllales
terdiri atas 12 familia, yaitu : Phytolacaceae, Nyctaginaceae, Achatocarpaceae,
Didieraceae, Aizoaceae, Cactaceae, Chenopodiaceae, Amaranthaceae,
Portulacaceae, Basellaceae, Molluginaceae, dan Caryophyllaceae (Tjitrosoepomo,
2002).
2. Subkelas Dilleniidae. Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan
25.000 species. Adapun famili yang dibahas ada 7 famili yaitu: Dilleniaceae, Theaceae, Malvaceae,
Passifloraceae, Caricaceae, Cucurbitaceae,Brassicaceae (Tjitrosoepomo,
2002).
III.
Alat dan Bahan
1. Lup
2. Amaranthus
hybridus (bayam)
3. Hibiscus
rosa-sinensis (kembang sepatu)
4. Begonia
sp
6. Carica
papaya (Pepaya)
7. Opuntia cocheniuifera
(kaktus)
IV.
Prosedur kerja
1. Spesies diambil dari tumbuhan kemudian
di amati secara bergantian untuk setiap karakteristik.
2. Pada setiap spesies diamati habitusnya dan percabangan batang dan bentuk
tajuk
3. Pada setiap sepies diamati bentuk bunga
4. Spesies yang di amati masing-masing di klasifikasikan,
di gambar morfologinya dan bagian-bagiannya
V.
Pembahasan
Berdasarkan pengamatan kali ini
yaitu tentang sub kelas Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae yaitu dari
filum Magnoliophyta. Spesies yang kita amati yaitu : Amaranthus hybridus (bayam), Hibiscus
rosa-sinensis (kembang sepatu), Bougainvillea glabra
(kembang kertas), Carica papaya
(Pepaya), Opuntia cocheniuifera (kaktus), (Begonia). Subclassis
Caryophyllidae Habitus umum subclassis ini beragam (pohon – herba). Stamennya
tersusun sentrifugal. Subclassis ini memiliki 3 ordo, 14 famili, dan 14.000
species dan Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species
Berikut pengulasan lebih lanjut
tentang Spesies yang diamati yang
termasuk dalam Sub kelas Caryophylliidae & Dilleniidae.
1. Pepaya (Carica papaya)
Klasifikasi
Carica
papaya (Anonim: 2005)
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya
Pepaya (Carica papaya), atau betik
adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara
dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak
ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Berdasarkan
pengamatan yang kami lakukan papaya mempunyai habitus herbaseus karena
batangnya tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan berumur panjang,
bentuk batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni
percabangan dengan kuncup
terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi
kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada
pada struktur aksiler yang khusus (Tjitrosoepomo,
2002).
Daun pada papaya tunggal (folium
simplex). Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya
mendukung 1 helaian daun), Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan
berlubang di bagian tengah, letak daunnya
tersebar hestatus dengan pertulangan menjari, mempunyai bangun bulat karena
ujung tepi daun dihubungkan satu samalain dengan suatu garis, tepi daun
laseratus dengan tepi toreh-torehan tidak beraturan, ujung daun meruncing an
pangkal daun peltatus di bawah tangkai (Tjitrosoepomo, 2002).
Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan
tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada
tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk. Pepaya
termasuk tanaman monodioecious (berumah tunggal sekaligus berumah dua)
dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai
"pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat
menghasilkan buah pula secara "partenogenesis" Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan
ujung biasanya meruncing (Tjitrosoepomo, 2002).
Warna buah ketika muda hijau gelap,
dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Daging buah berasal dari karpela
yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian
tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan
terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari
kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian
tengah buah. Adapun manfaat pepaya : dengan daging buah yang tebal papaya
biasanya di makan ubtuk melancarkan Buang air besar (Tjitrosoepomo,
2002).
2. Kembang
sepatu (Hibiscus
rosa-sinensis)
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosa-sinensis
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosa-sinensis
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah tanaman
semak
suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis.
Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan pohon bunga sepatu berhabitus perdu
yakni tumbuhan berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang utama
tetapi mempunyai bebrapa batang yang berasal dari percabangan yang dekat
ketanah, bentuk batangnya bulat mempunyai percabangan simpodial yaitu kuncup
terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, setelah
berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di lakukan
oleh kuncup aksiler (Tjitrosoepomo, 2002).
Daunnya majemuk interupte piñatas yakni
terdapat anak-anak daun yang kecil berselang dengan daun yang besar sepanjang
rakis, letak daunnya tersebar yakni pada masing masing nodus tersusun dalam
satu spiral. Bentuk daunnya biseratus dengan tepi daun lancip, pangkalnya
rotundatus. Bunga
terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak
tambahan
(epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih
jika merupakan hibrida. Tangkai
putik
berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai
sari
berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah
berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga berbentuk trompet. Putik (pistillum) menjulur
ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau
menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak
menghasilkan buah. Kembang sepatu
(Hibiscus rosa-sinensis) merupakan
tumbuhan
berumah satu (monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo,
2002).
Adapun manfaat dari tanaman bunga
sepatu yaitu: Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang
cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah
digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan
bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang
dikeringkan juga diminum sebagai teh
3. Kaktus (Opuntia
cocheniuifera)
Klasifikasi Opuntia cocheniuifera (Anonim:2005)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophylliidae
Sub Kelas : Caryophylliidae
Famili : Cactaceae
Genus : Opuntia
Spesies : Opuntia cocheniuifera
Genus : Opuntia
Spesies : Opuntia cocheniuifera
Kaktus (Opuntia
cocheniuifera) adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga
famili Cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu
yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering
(gurun). Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen karena mampu menyimpan persediaan
air di batangnyaBerdasarkan pengamatn yang telah kami lakukan kaktus berhabitus
Herba karena batangnya tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan
berumur panjang, bentuk batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni
percabangan dengan kuncup
terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi
kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada
pada struktur aksiler yang khusus (Tjitrosoepomo,
2002).
Daun pada kaktus tunggal (folium
simplex). Batang
tanaman ini mampu menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang
bervariasi. Daun tunggal adalah daun yang pada
satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1 helaian daun), letak daun
tersebar dan bentuknya berduri. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan
dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta
tidak memiliki tangkai bunga. Termasuk tanaman berumah satu (monocieous) yang
artinya alat kelaminnya satu dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo,
2002).
Adapun
manfaatnya: Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai
sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak dikultivasi
untuk diambil buah dan batang mudanya. Buah Opuntia banyak diolah
menjadi selai yang disebut queso de tuna Sementara itu, batang muda Opuntia
yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau
diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan (Press
Soemarwoto, O. 1991.)
4. Bayam (Amaranthus hybridus)
Klasifikasi Amaranthus
hybridus
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophylliidae
Sub Kelas : Caryophylliidae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus hybridus
Spesies : Amaranthus hybridus
Bayam (Amaranthus hybridus)
merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi
daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini
berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke
seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Berdasarkan
pengamatan yang telah kami lakukan bayam mempunyai habitus herba batangnya
tidak berkayu, agak lunak sering berwarna hijau dan berumur panjang, bentuk
batangnya bulat dan memilki percabangan monopodial yakni
percabangan dengan kuncup
terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati bila terjadi
kerusakan, adapun bunga-bunganya terdapat pada
pada struktur aksiler yang khusus. (Undang.1994)
Daunnya majemuk. Batang utama tegak
dengan bebrapa cabang lateral membentu semak dalam pertumbuhannya. Daun
majemuk adalah terdiri dari dua atau lebih helai daun, mempunyai anak daun pada
satu bidang, letak daun tersebar, bentuk daun bulat telyr dengan pertulangan
menyirip, tepi daun rata, ujung daun akutus dengan pangkal daun obtutus.
Perbungaan majemuk dengan jenis kelamin biseksual. Calixnya bersatu dengan
stamen bagian dasar bersatu dan pistilumnya berada di dinding ovariumnya terpisah
denagn tipe ovarium superum. Alat kelamin bunga dioseus. Termasuk tanaman berumah satu
(monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan (Tjitrosoepomo,
2002).
Adapun
manfaat dari bayam: Kandungan
besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan
penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia. Akar tunggang bayam juga
dimanfaatkan sebagai obat
Klasifikasi Bougainvillea (Anonim:2005)
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophylliidae
Sub Kelas : Caryophylliidae
Genus : Bougainvillea
Kembang
kertas (Bougainvillea glabra)
atau populer juga dengan nama bugenvil merupakan tanaman
hias popular. Berdasarkan pengamatan yang telah
kami lakukan, Bougainvillea glabra
mempunyai habitus pohon kecil yakni tumbuhan berkayu yang tidak tinggi,
mempunyai percabangan simpodial yaitu
kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan,
setelah berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di
lakukan oleh kuncup aksiler dengan bentuk batang yang bulat. Batang memiliki duri berbentuk kait
sehingga memudahkan memenjat (Tjitrosoepomo, 2002).
Daun kembang kertas tunggal (folium
simplex). Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya
mendukung 1 helaian daun), dudk daunnya tersebar dengan bentuk bulat telur,
pertulangan daun menyirip, tepi daun rata dengan ujung daun akuminatus.
Termasuk Bunga majemuk dengan karangan bunga rasemosa yakni bunga mekar
berurutan dari bawah keatas atau dari luar kedalam, karangan bunga sering berambut
halus berwarna jingga. Bunga memiliki kelopak bunga berwarna putih, berbentuk
tabung kecil, serta helai kelopak berjumlah 5 dikelilingi oleh mahkota bunga
sebanyak 3 lembar dengan warna beragam. Mahkota bunga menyerupai kertas dan bersifat
tahan lama (everlasting) (Tjitrosoepomo, 2002).
Bougainvillea
ini memiliki daun penumpu yang menarik, yaitu warna merah lembayung, jingga,
merah tua atau putih. Jenis kelamin biseksual. Calyx atau koralnya perigenium dengan
stamen pada bagian dasar menyatu serta memilki pistilum stigma bersatu. Kelamin
tumbuhannya berupa dieseous yaitu benang
sari dan putiknya berbeda pohon. Pelekat karpelnya sinkrap dan memilki tipe jenis buah basalis. Adapun
manfaat dari bunga kertas (Bougainvillea glabra)
sebagai
tanaman hias (Tjitrosoepomo, 2002).
6. Begonia
Klasifikasi Begonia glabra
(Anonim:2005)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophylliidae
Ordo : Begoniales
Famili : Begoniaceae
Genus : Begonia
Spesies : Begonia glabra
Sub Kelas : Caryophylliidae
Ordo : Begoniales
Famili : Begoniaceae
Genus : Begonia
Spesies : Begonia glabra
Begonia
adalah salah satu kelompok tanaman hias yang memiliki jenis yang sangat
beraneka ragam. Berdasar pengamatan yang telah kami lakukan begonia berhabitus
perdu yakni tumbuhan berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang
utama tetapi mempunyai bebrapa batang yang berasal dari percabangan yang dekat
ketanah, bentuk batangnya bulat mempunyai percabangan simpodial yaitu kuncup
terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, setelah
berbunga akan mati, pertumbuhan dari tmbuhan tersebut hanya bisa di lakukan
oleh kuncup aksiler. (Tjitrosoepomo, 2002).
Batangnya
sekuler yang menjalar di dalam tanah atau sebagian diatas tanah. Daunnya
tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun hanya mendukung 1
helaian daun, letak daun berhadapan dengan bentuk lonjong, pertulangan
menyirip, tepi daun merata, ujung daun runcing dan pangkal daun membulat. Tanaman ini juga mampu menghasilkan biji walaupun
biasanya antara benang sari dan ovum tidak matang secara bersama dan bunganya
mudah rontok sehingga jarang menghasilkan biji. Termasuk tanaman berumah satu
(monocieous) yang artinya alat kelaminnya dalam satu tumbuhan. Adapun manfaat
Begonia yaitu sebagai tanaman Hias (Tjitrosoepomo,
2002).
KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan dapat
disimpulkan:
1. Subkelas
Caryophyllidae merupakan dikotiledone dengan polen trinukleatus dan jarang
binukleatus. Spesies yang termasuk dalam sub kelas ini yaitu : Begonia glabra, Bougainvillea glabra,
Amaranthus hybridus, Opuntia
cocheniuifera
2. Subkelas Dilleniidae. Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan
25.000 species. Spesies yang termasuk dalam sub kelas ini yaitu: Carica papaya, Hibiscus rosa-sinensis
3. Carica
papaya mempunyai ciri khusus yaitu mempunyai alat kelamin
tiga:
tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit) dan Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan
ujung biasanya meruncing.
5. Opuntia cocheniuifera mempunyai ciri khusus pohonya
berduri dan itu termasuk daun.
6.
Begonia
glabra memiliki
cirri khusus daunnya menyerupai bentuk hati,
oval dan bintang. Teksturnya ada yang halus, mengkilap, keriting maupun
bergelombang.Warna dan corak daunnya sangat beragam
7. Bougainvillea glabra
mempunyai ciri
khusus bunga kertas karena bentuk seludang
bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas
8. Persamaan
dari subkelas Caryophylliidae & Dilleniidae Pola percabangan yang simpodial,
Jenis daunnya tunggal, Kelamin tumbuhan monoceous, Perlekatan karpelnya syncarp
DAFTAR PUSTAKA
Campbell.dkk.2002.Biologi jilid 2.Jakarta: Erlangga
Dransfield,J.1991. The Genus Areca(Palmae:Arecoidae) In
Borneo. Kew Bull.
Muspiroh Novianti,dkk. Panduan praktikum taksonomi phanerogamae.pusat
laboraturium IAIN Syekh Nurjati
Polunin, N. 1993. Pengantar Geografi Tumbuhan. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press Soemarwoto, O. 1991. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan
Tjitrosoepomo
Gembong.1985.morfologi tumbuhan.universitas
gajah mada : yogyakarta
Langganan:
Komentar (Atom)




